Blogger Template by Blogcrowds.

Quickie Express (2007)

Film diawali dengan adegan Jojo (Tora Sudiro) yang bergelantungan di komidi putar. Penonton diajak ber-flash back untuk bisa tau kenapa si Jojo bisa ada di atas komidi putar itu.

Jojo adalah gambaran pemuda yang selalu gagal dalam berbagai pekerjaan. Diawali sebagai tukang pel di sebuah supermarket, lalu, sebagai tukang tattoo dan terakhir sebagai tukang tambal ban. Dia beranggapan semua kesuksesan itu harus dimulai dari nol, rasa percaya diri yang tinggi membuat Jojo bisa bertahan dengan kegagalan yang terus mengikutinya.

Sampai akhirnya, seorang om-om yang kemayu bernama Mudakhir (Tino Saroengallo), yang disebut sebagai ‘Pemburu’ datang ke Jojo menawarkan sebuah pekerjaan yang akan membuat kegagalan Jojo berakhir dan bisa mendapatkan uang banyak. Jojo sempat tidak tertarik, bahkan curiga dengan si Om, tapi, bujuk rayu si Om dan keinginan untuk berubah membuat Jojo pun ikut ke tempat Om Mudakhir.

Jojo dibawa ke sebuah restoran pizza bernama Quickie Express. Tapi anehnya, si pelayan yang sebagian besar cowok memakai seragam celana super pendek dan ketat, dan pengunjungnya adalah perempuan-perempuan yang genit. Jojo semakin heran ketika dibawa ke ruang bawah tanah, yang katanya Om Mudakhir adalah bekas bunker. Di sana Jojo melihat semakin banyak cowok-cowok bercelana ketat yang mondar-mandir.

Akhirnya, Om Mudakhir pun bilang kalo tempat itu adalah Gigolo Training Centre. Karuan aja Jojo menolak mentah-mentah ajakan Om Mudakhir. Tapi, setelah diuji lewat test, akhirnya memang profesi yang cocok buat Jojo adalah sebagai Gigolo.

Mulailah hari-hari Jojo di-training untuk menjadi ‘gigolo’ yang baik dan benar. Teman-teman ‘satu angkatannya’ adalah Marley (Amink), seorang ‘pemuja’ Bob Marley dan Piktor (Lukman Sardi), cowok yang gagal jadi penyiar. Mereka bertiga diajar cara menari, table manner sampai menguji keakuratan G-Spot! Setelah lulus, barulah mereka ‘diterjunkan’ ke dunia gigolo sebenarnya.

Akhirrnya mereka pun jadi Gigolo yang ‘sukses’. Mereka bertiga diberi rumah yang besar oleh Om Mudakhir dan level mereka pun naik sebagai ‘male escort’ bagi ibu-ibu kalangan pejabat dan beredar di klub-klub eksekutif. Mereka gak perlu lagi pakai seragam celana ketat itu, malah mereka diberi baju baru.

Di sinilah, porsi Tora Sudiro mulai mendominasi jalan cerita. Karena, ketika mulai menjadi male escort buat ibu-ibu pejabat, Marley dan Piktor jarang muncul. Jojo ‘di-booking’ oleh seorang tante bernama Mona (Ira Maya Sopha), yang sesudah ‘kencan’ pertama langsung meminta Jojo ‘ekslusif’ hanya melayani dia.

Tak disangka-sangka, inilah awal keribetan semua masalah Jojo. Jojo juga lagi jatuh cinta dengan seorang calon dokter yang berwajah lembut dan alim (tapi doyan dugem), bernama Lila (Sandra Dewi), yang ternyata anak seorang pengusaha yang dicurigai sering melakukan praktek-praktek kotor bernama Jan Pietersen (Rudy Wowor).

Gara-gara ini, Jojo harus membuat pilihan apa ia harus berterus terang sama Lila tentang profesi sebenarnya, atau terus menjalani ‘hubungan ganda’ dengan Tante Mona? Belum lagi, Jojo harus berurusan dengan tangan kanan Jan, pria Ambon bertampang sangar bernama Mateo (Tio Pakusadewo).

Koq gue rada gak sreg ya, dengan si Tora Sudiro, rasanya udah ketuaan banget untuk jadi cowok berusia 27 tahun? Tapi, secara keseluruhan, film-nya ok, kocak. Amink masih tetap dengan logat sunda-nya, lalu Tora dengan gaya sok cool-nya, terus Lukma Sardi yang tampil rada gemuk di film ini. Gue gak nyangka kalo si Mateo itu adalah Tio Pakusadewo… gak keliatan sih… Tapi, gue suka banget waktu Jan Pietersen dateng ke rumah Jojo.. dan waktu Mateo marah-marah ke Jan Pietersen… Hahaha.. sebuah bagian cerita yang gak disangka-sangka. Tapi, gue bisa menebak, apa hubungan Tante Mona dengan Lila. Sandra Dewi juga ok (koq mirip Dian Sastro ya?). Dan satu lagi yang ‘heboh’ adalah Ira Maya Sopha yang jadi tante-tante cool tapi genit.

Ada cameo-cameo bertebaran di film ini, misalnya Ria Irawan, Imelda Therine, Nia DiNata sendiri dan di akhir film ada Ruben.

Film ini bener-bener film komedi untuk orang dewasa, yang dari awal sampai akhir berhasil bikin satu bioskop yang full itu ketawa.

3 comments:

sumpah lucu n gokil bgt filmnya
walaupun agak porno...tp film ini wajib ditonton buat ngendorin urat saraf.

8:49 AM, January 08, 2008  

sumpah lucu n gokil bgt filmnya
walaupun agak porno...tp film ini wajib ditonton buat ngendorin urat saraf.

8:49 AM, January 08, 2008  

Blog anda sangat menarik. Sepertinya banyak pengunjung yang tertarik dan berprofesi di dunia yang hadir untuk membaca artikel-artikel anda. Dan saya juga tertarik lho. . . ! Oleh sebab itu, anda bisa membaca review mengenai blog anda pada alamat :

http://bagisahabat.blogspot.com/2011/05/blog-yang-menyajikan-resensi-film-dari.html

5:04 PM, August 01, 2011  

Newer Post Older Post Home