Blogger Template by Blogcrowds.

Stardust (2007)

Di sebuah daerah di Inggris, ada desa yang bernama ‘Wall’. Desa ini dikelilingi oleh tembok yang membatasi Desa Wall dengan desa lain yang penuh dengan kekuatan magis. Tembok itu dijaga ketat oleh seorang penjaga yang sudah tua. Tapi, suatu hari, Dunstan Thorn (Ben Barnes), penasaran akan apa yang ada di desa seberang, ia pun mencoba mengelabui si penjaga tua dan berhasil menyeberang tembok pembatas.

Di desa itu, Dunstan terpikat pada seorang gadis cantik yang dijadikan budak oleh salah satu pedagang. Katanya, ia adalah putri raja yang dikutuk jadi budak. Sembilan bulan setelah pertemuan singkat itu, Dunstan menerima kiriman sebuah keranjang yang berisi bayi yang sudah diberi nama ‘Tristan’.

Tristan (Charlie Cox) tumbuh jadi pemuda tampan, tapi agak pemalu, bekerja di sebuah toko kelontong, hanya tinggal berdua dengan ayahnya . Ia menyukai seorang gadis bernama Victoria (Sienna Miller). Tapi, sayang, saingan Tristan adalah seorang pemuda kaya raya, Humphrey (Henry Cavill), yang kerap mengejek dan merendahkan Tristan.

Nun jauh dari Desa Wall, di sebuah kerajaan bernama Stormhold, sang Raja (Peter O’Toole) sedang sekarat. Ia memanggil 4 anak laki-lakinya yang masih hidup, dan menguji mereka siapakah yang pantas menjadi raja setelah ia mangkat. Tapi, ke-empat anak laki-lakinya itu sama licik dengan sang ayah, yang tidak segan-segan membunuh saudaranya sendiri demi mendapatkan mahkota raja.

Dari empat yang tersisa tinggal 2, yaitu Septimus dan Primus, dan satu orang anak perempuan yang tidak diketahui keberadaannya bernama, Una. Sang ayah melemparkan kalung bermata merah delima, dan keturunan raja yang bisa menangkap kalung itulah yang berhak menggantikannya.

Kalung bermata merah delima itu jatuh di sebuah tempat, dan menjadi sebuah ‘bintang jatuh’. Banyak yang memburu bintang jatuh ini, selain tentu saja Septimus dan Primus. Tristan Thorn pun berjanji pada Victoria untuk menjadikan bintang jatuh itu sebagai hadiah ulang tahun, sebagai bukti cintanya pada Victoria. Lalu, ada penyihir bernama Lamia (Michelle Pfeiffer), yang berniat mengambil hati bintang jatuh itu agar bisa kembali muda dan cantik.

Memang Tristan-lah yang pertama kali bertemu si bintang jatuh, Yvaine (Claire Danes), tapi mereka tidak tahu bahwa banyak orang lain yang mengincar Yvaine.

Tristan hanya mempunyai waktu satu minggu untuk membawa Yvaine sebagai hadiah bagi Victoria. Dan, mereka berdua harus menghindari diri mereka dari kejaran si penyihir jahat Lamia yang setiap ia menggunakan sihirnya, semakin berkurang pula kemudaannya.

Paling asyik ngeliat kalo Yvaine di malam hari, seluruh tubuhnya memancarkan sinar dan bikin jadi kelihatan anggun dan cantik. ‘Perburuan’ Yvaine yang ditampilkan dalam suasana rada gelap menjadikan ketegangan sendiri dalam film ini. Tapi, ada juga bagian-bagian yang kocak. Misalnya, pertemuan Tristan dan Yvaine dengan kapten Shakespeare (Robert de Niro), bajak ‘udara’ penangkap kilat yang di luar kelihatan garang, tapi ternyata lembut’ banget. Atau, hantu-hantu anak-anak raja Stormhold yang masih terus gentayangan sampai raja yang baru ditemukan.

Udah pernah baca bukunya, tapi karena udah lama, jadi agak-agak lupa gimana alur ceritanya. Gue hanya inget bagian Dunstan yang ngelewatin tembok, tapi lupa tuh kalo ada anak-anak Raja Stormhold. It’s a nice movie anyway. Genre fantasi, komedi tapi romantis…

0 comments:

Newer Post Older Post Home